PERTEMUAN KE 5
PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
E-Learning merupakan sebuah media pembelajaran online yang sekarang ini sudah banyak digunakan oleh orang banya, disekolah-sekolah media ini sudah mulai diterapkan untuk mempermudah proses pembelajaran. Jarak dan waktu pun tak menjadi halangan untuk pembelajaran karena sudah ada media online ini. E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan
teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa
pengertian E-learning dari berbagai sumber:
- Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27).
- Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
Pengertian e-learning berbeda dengan pembelajaran secara online (online learning) dan pembelajaran jarak jauh (distance learning). Online learning merupakan bagian dari e-learning, hal ini seperti yang dinyatakan oleh Australian National Training Authority bahwa e-learning merupakan suatu konsep yang lebih luas dibandingkan online learning,
yaitu meliputi suatu rangkaian aplikasi dan proses-proses yang
menggunakan semua media elektronik untuk membuat pelatihan dan
pendidikan vokasional menjadi lebih fleksibel. Online learning merupakan
suatu pembelajaran yang menggunakan internet, intranet dan ekstranet,
atau pembelajaran yang menggunakan jaringan komputer yang terhubung
secara langsung dan luas cakupannya (global). Sedangkan distance learning, cakupannya lebih luas dibandingkan e-learning, yaitu tidak hanya melalui media elektronik tetapi bisa juga menggunakan media non-elektronik. Distance learning lebih menekankan pada ketidakhadiran pendidik setiap waktu. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan secara umum e-learning dapat
diartikan sebagai pembelajaran yang memanfaatkan atau menerapkan
teknologi informasi dan komunikasi. E-learning adalah kegiatan belajar
yang menggunakan internet yang dapat dikombinasikan dengan kegiatan
tatap muka yang ada di lembaga pendidikan.
Penerapan e-learning banyak variasinya, karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat. Ahli menekankan penerapan e-learning pada pembelajaran secara online dan dibagi menjadi dua yaitu sederhana dan terpadu. Penerapan e-learning yang sederhana hanya berupa kumpulan bahan pembelajaran yang dimasukkan ke dalam web server dan ditambah dengan forum komunikasi melalui e-mail dan atau mailing list (milist).
Penerapan terpadu yaitu berisi berbagai bahan pembelajaran yang
dilengkapi dengan multimedia dan dipadukan dengan sistem informasi
akademik, evaluasi, komunikasi, diskusi, dan berbagai sarana pendidikan
lain, sehingga menjadi portal e-learning. Pembagian tersebut di atas berdasarkan pada pengamatan dari berbagai sistem pembelajaran berbasis web yang ada di internet. Ada tiga jenis format penerapan e-learning, yaitu:
1. Web Supported e-learning, yaitu pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka dan didukung dengan penggunaan website yang berisi rangkuman tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tugas, dan tes singkat
2. Blended or mixed mode e-learning, yaitu sebagaian proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online
3. Fully online e-learning format,
yaitu seluruh proses pembelajaran dilakukan secara online termasuk
tatap muka antara pendidik dan peserta didik juga dilakukan secara
online yaitu dengan menggunakan teleconference.
Tidak ada satupun model pembelajaran yang sempurna. Seperti halnya e-learning juga mempunyai kelebihan dan kekurangan di dalam penerapannya. Kelebihan dari e-learning antara lain:
1. Mengurangi biaya, walaupun pada awal pemasangan infrastruktur e-learning yaitu
jaringan internet agak mahal, tetapi selanjutnya akan mengurangi biaya
akomodasi karena informasi didapatkan dari berbagai tempat tanpa harus
datang ketempat tersebut.
2. Pesan/ isi e-learning dapat tetap (konsisten), dan juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
3. Materi pembelajaran lebih up to date dan dapat diandalkan. E-learning yang berbasis internet (web) dapat memperbaharui materi secara cepat, sehingga membuat informasi lebih akurat dan berguna untuk jangka waktu tertentu.
4. Pembelajaran 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Pendidik dan peserta didik dapat mengakses kapan saja dan dimana saja.
5. Universal, setiap orang dapat melihat atau menerima materi yang sama dan dengan cara yang sama.
6. Membangun komunitas, e-learning memungkinkan
peserta didik maupun pendidik membangun sebuah komunitas yang
berkelanjutan, untuk saling berbagi pengetahuan selama dan setelah
pembelajaran.
7. Daya tampung yang besar, e-learning tidak hanya dapat menampung 10 sampai 100 partisipan, tetapi juga dapat menampung ribuan partisipan.
Kelemahan dari e-learning lebih banyak dipengaruhi oleh faktor peserta didik dan pendidik. Kelemahan e-learning yang
dirasakan oleh pendidik umumnya adalah memerlukan waktu yang banyak
untuk mempersiapkan materi pembelajaran serta memperbaharui materi
pembelajaran yang telah disajikan di dalam media elektronik. Adapun
kelemahan e-learning dipandang dari segi peserta didik antara lain:
1. Merasa
kesepian, peserta didik dapat merasa kesepian karena tidak adanya
interaksi fisik dengan pendidik dan teman-temannya, terutama untuk
model fully online e-learning format.
2. Keterampilan
menggunakan peralatan ICT, peserta pendidik yang tidak terampil
menggunakan peralatan ICT, akan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran
sehingga dapat mempengaruhi hasil akhir pembelajaran.
3. Peserta
didik yang tidak disiplin dan kurang memilikii motivasi untuk belajar
akan sulit mengikuti tahap-tahap proses pembelajaran.
4. Ada beberapa konsep-konsep pembelajaran yang sulit untuk dimodelkan atau dipelajari tanpa bimbingan pendidik.
5. Adanya
permasalahan saat menentukan format evaluasi yang tepat berhasil atau
tidaknya peserta pendidik didalam mengikuti pembelajaran secara e-learning.
Implementasi e-learning pada pembelajaran sains di sekolah sejauh ini memang dirasakan kurang optimal. Sebagian orang beranggapan bahwa implementasi e-learning hanya sekedar mengikuti trend saja, namun sebagian lain beranggapan bahwa e-learning menjadi sebuah kebutuhan untuk mendukung terciptanya proses pembelajaran yang baik.
Beberapa kemampuan sistem e-learning yang dapat digunakan diantaranya: menambah jam pembelajaran, edit profil pribadi, edit judul dan deskripsi topik, memasukkan materi, materi yang diketikkan langsung, meng-upload file, forum diskusi, membuat forum, menambahkan topik diskusi, membalas pesan, dan quiz / soal multiple choice.
Hasil penelitian Setiawan (2014) tentang implementasi e-learning menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) menunjukkan bahwa faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi penerimaan user (peserta didik atau guru) sebagai berikut.
1. Pengguna (peserta didik atau guru) yang sudah memahami kemudahan menggunakan sistem e-learning tersebut dan manfaat menggunakannya, maka akan mempunyai niat dan minat untuk menggunakan sistem e-learning. Dari minat penggunaan tersebut maka para pengguna akan senantiasa secara nyata menggunakan sistem e-learning sebagai sumber pembelajaran.
2. Keberadaan
pemahaman akan manfaat penggunaan sangat dipengaruhi oleh faktor di
luar pengguna yakni organisasi bahan ajar elektronik yang dimiliki oleh
sistem e-learning tersebut. Lain halnya untuk pemahaman akan adanya kemudahan menggunakan sistem e-learning yang sangat dipengaruhi oleh faktor luar bagi sistem e-learning tersebut yakni kondisi dari perbedaan individu pengguna.
3. Bentuk model penerimaan sebuah teknologi informasi baru, yakni sistem e-learning yang diterapkan pada sampel pengguna yaitu ErO (relevansi e-resource dengan kebutuhan pembelajaran dan aksesibilitas e-resource dalam
penggunaan) dan ID (visibilitas penggunaan, perkembangan diri teknologi
komputer, pengalaman atas penggunaan komputer, dan pengetahuan akan
bahan ajar) sebagai faktor laten luar atau faktor eksternal. PEoU
(kemudahan untuk dipelajari/dipahami, kemudahan untuk digunakan, dan
frekuensi penggunaan dalam pembelajaran), PU (kemudahan untuk
meningkatkan keterampilan pembelajaran, mempertinggi efektifitas
pembelajaran, menjawab kebutuhan pembelajaran, meningkatkan hasil
pencapaian pembelajaran, meningkatkan efisiensi pembelajaran, dan
memungkinkan adanya pengembangan cara pembelajaran), ITU (penambahan software/plugin pendukung,
motivasi untuk tetap menggunakan dalam pembelajaran, dan memotivasi
pengguna lain) dan ASU (lama penggunaan dalam pembelajaran dan kepuasan
penggunaan dalam pembelajaran) sebagai faktor dalam atau faktor
internal.
Terlepas dari pro-kontra dalam pelaksanaannya, e-learning merupakan suatu variasi model pembelajaran yang hendaknya diterapkan pada pembelajaran sains di sekolah. E-learning merupakan suatu jalan untuk mengintegrasikan perkembangan TIK di dalam pembelajaran. Selain untuk meningkatkan soft skill peserta pendidik di dalam bidang teknologi, e-learning juga
dapat meningkatkan kemandirian dan peran aktif peserta pendidik di
dalam proses pembelajaran. Hal ini tidak terlepas dari upaya untuk terus
melakukan pembaruan atau inovasi dalam pendidikan.
Pembaharuan atau inovasi yang harus
dilakukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia meliputi
aspek pengembangan teknologi yang digunakan dalam proses pendidikan,
sistem pendidikan yang diterapkan, bahkan inovasi yang berhubungan
langsung dengan proses pembelajaran yaitu inovasi mengenai kurikulum,
strategi belajar, metode pengajaran atau model yang diterapkan dalam
proses belajar mengajar.
DAFTAR PUSTAKA
Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Jurnal Pengajaran MIPA, Volume 19, Nomor 1, April 2014, hlm. 128-140.
http://www.kajianpustaka.com/2014/06/pengertian-karaktiristik-dan-manfaat-elearning.html
Allen, Michael. 2013. Michael Allen’s Guide to E-learning. Canada : John Wiley & Sons.
Chandrawati, Sri Rahayu. 2010. Pemanfaatan E-learning dalam Pembelajaran. No 2 Vol. 8. http://jurnal.untan.ac.id/
pada kelemahan e-learning anda menyebutkan bahwa : Ada beberapa konsep-konsep pembelajaran yang sulit untuk dimodelkan atau dipelajari tanpa bimbingan pendidik. bagaimana cara mengatasi hal tersebut?
BalasHapusDengan lebih membrikan bimbingan pada peserta didik, atau bisa memberikan referensi lain untuk jika kita tidak bisa membimbingnya secara langsung
Hapusmenurut anda apa pengaruh e-learning ini dalam pendidikan? dan dampaknya pada pendidikan yang akan datang?
BalasHapusApabila dibandingkan pendidikan konvensional, dalam prosesnya elearning sebagai media distance learning menciptakan paradigma baru, yakni peran guru yang lebih bersifat "fasilitator" dan siswa sebagai "peserta aktif" dalam proses belajar-mengajar. Karena itu, guru dituntut untuk menciptakan teknik mengajar yang baik, menyajikan bahan ajar yang menarik, sementara siswa dituntut untuk aktif berpartisipasi dalam proses belajar. Namun dalam banyak kenyataan, jarang sekali ditemui distance learning yang seluruh proses belajar-mengajarnya dilaksanakan dengan e-learning atau online learning. E learning hanyalah sebagai media penunjang pendidikan dan bukan sebagai media pengganti pendidikan. Seringkali pendidikan jarak jauh dihubungi mengenai kolaborasi terhadap membuat situs e-learning, seringkali pula e-learning dihubung-hubungkan dengan pembelajaran berbasis TIK. Padahal elearning bukanlah satu-satunya solusi untuk pembelajaran distance learning ataupun pembelajaran berbasiskan TIK. E-learning hanyalah salah satu teknologi dari sekian banyak teknologi pendidikan. Sebagai salah satu teknologi pendidikan, maka mutu akhirnya 100% tergantung mutu konten dan proses pengajaran. Teknologi sendiri hanya sebagai medium. Kalaupun berhasil atau gagal tergantung konten dan proses pengajaran, bukan teknologinya (Philip R. : 2007). Untuk membangun e-learning di sekolah maka sekolah tersebut haruslah memiliki jaringan listrik dan telepon, memiliki ruangan, komputer yang dapat diakseskan dengan internet, serta dibutuhkan sumber daya pendidik yang mampu menjalankan komputer dan mengerti tentang teknologi informasi dan komunikasi. Dalam kenyataannya Indonesia dihadapkan pada beberapa kendala yang diantaranya; minimnya dana bagi sekolah yang miskin untuk pengadaan perangkat dan ruangan tersebut, bahkan dikenyataan lapangan disinyalir masih banyaknya sekolah-sekolah dengan kondisi yang memprihatinkan, kendala selanjutnya minimnya tenaga ahli sebagai sumber daya manusia, dan bahkan sungguh ironis sekali karena di Indonesia masih terdapatnya daerah terpencil yang belum tersentuh oleh jaringan listrik dan telepon. Terdapat 3 faktor yang menjadi kendala bagi tercapainya fasilitas e-learning di lembaga Sekolah di Indonesia:
Hapus1. Faktor Dana, seperti ketidak sanggupan membeli perangkatperangkat komputer dll.
2. Faktor SDM, seperti masih minimnya kemampuan manusia yang menguasai ICT (Information Comunication and technology) atau TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan khususnya pengetahuan membangun e-learning.
3. Faktor Lain, seperti keamanan Sekolah untuk menyediakan perangkat e-learning, sulitnya transportasi, lingkungan dll.
apa saja metode dan media yang dapat digunakan dalam pembelajaran e learning?
BalasHapusE-Learning adalah metode pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi computer (karena itu dikenal istilah: computer based learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer; dan computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama computer)), jaringan komputer dan/atau Internet E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD.
Hapusapa saja masalah yang dapat terjadi di e-learning ?
BalasHapusPenerapan E learning dalam pendidikan mengikutsertakan beberapa komponen. Komponen pertama adalah infrastruktur e learning. Infrastuktur berupa personal komputer, jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia lainnya. Pada infrastruktur saat pembelajaran terjadi maka terkadang terjadi kendala. Kendala yang terjadi adalah tidak semua pembelajaran efektif dalam menggunakan media komputer. Banyak pembelajaran yang lebih efektif bila dilakukan secara kooperatif atau pun kolaboratif. Pada dasarnya E learning menggunakan meedia komputer untuk menyampaikan pembelajaran sedangkan salah satu teori belajar yaitu teori humanistik adalah memanusiakan manusia dan E learning kurang memanusiakan manusia.
HapusKendala lain juga muncul, yaitu ketersedian dan kelayakan infrastruktur E learning itu sendiri. Dalama kenyataannya tidak semua sekolah memiliki perangkat untuk menjalankan E learning begitu pula pada Perguruan Tinggi tidak semua perangkatnya layak untuk digunakan untuk proses pembelajaran E learning. Kendala utamanya adalah ketika seorang pendidik menyampaikan pembelajaran melalui E learning maka peserta didik harus menggunakan komputer dan jaringan internet untuk menerimannya namun tidak semua peserta didik memiliki perangkat tesebut di rumahnya. Peserta didik yang tidak memiliki mendapat kendala dan harus pergi ke warnet (contohnya) untuk menggunakan E learning tersebut dan itu menambah biaya pembelajaran.
Kendala dari peserta didik yang belum dapat mengoperasikan komputer begitu juga halnya pendidik. Kita tidak bisa pungkiri pada daerah daerah tertentu E learning tidak dapat diterpkan karena tidak semua daerah memiliki pembelajaran tentang E learning. Penggunaan E learning tidak dapat terapkan karena memang peserta didik yang belum mengetahui dan menguasai bagaimana mengoperasikan E learning tersebut. Sebagian pendidik juga ada yang tidak dapat menggunakan E learning karena memang mereka tidak mendapatkan pembelajaran tersebut saat menjalani studi. Seorang guru olah raga misalnya pada saat studi mereka tidak diajarkan bagaimana menggunakan E learning secara spesifik sehingga apabila diterapkam dalam pembelajaran olah raga, guru tersebut bingun dan pembelajaran tidak dapat efektif karena tidak memiliki keahlian tersebut.
E learning memliki sistem yang dapat memvirtualisasi proses belajar mengajar mengajar konvensional. Sering disebut dengan LMS atau Learning Management System yang dimana terdapat manajemen kelas, pembuatan materi, forum diskusi dan sistem penilaian serta sistem ujian online. Pada dasarnya semua sama pada lembaga pendidikan lainnya yang dilaksanakan secara nyata namun apabila diterapkan dalam E learning akan muncul kendala lagi. Bagaimana sistem tersebut dapat berjalan lancar apabila tidak didukung oleh admin yang memliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Apabila seorang admin hanya mengerti bagaimana caranya mengoperasikan sistem tersebut maka dia hanya akan mengatur softwarenya saja, lalu bagaimana sistem lainnya??Untuk itu tiap bagia seperti konten, penilaian, pembuatan soal ujian harusnya di berikan pada admin yang kompeten. Hal itu menjadi kendala karena kita harus melibatkan banyak orang yang memiliki kemampuan dibidangnya masing masing, sekali lagi itu memerlukan biaya yang besar dan tidak semua lembaga pendidikan dapat menjalankannya
Pada artikel anda disebutkan bahwa ada tiga jenis format penerapan e-learning. Bisakah anda memberikan contoh pada ketiganya?
BalasHapus1. Web Supported e-learning, yaitu pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka dan didukung dengan penggunaan website yang berisi rangkuman tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tugas, dan tes singkat
Hapus2. Blended or mixed mode e-learning, yaitu sebagaian proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online
3. Fully online e-learning format, yaitu seluruh proses pembelajaran dilakukan secara online termasuk tatap muka antara pendidik dan peserta didik juga dilakukan secara online yaitu dengan menggunakan teleconference.
menurut anda apakah penggunaan e-learning ini efektif diterapkan dalam pembelajaran?
BalasHapusE learning bertujuan untu mengefektivitaskan dan juga mengefisienkan pembelajaran. Ketika kita menggunakan E learning yang kita rasakan adalah dapat belajar jarak jauh dan berinteraksi dengan instruktur atau pendidik tanpa harus menemuinya. Efektifkah E learning? Ya E learning efektif karena kit adapt belajar secara bersama dalam tempat yang berdeda dan waktu yang berbeda. E learning memliki fitur yang memungkinkan kita untuk berbagi informasi secara online. Forum pembelajaran pada E learning misalanya, kita dapat menanyakan informasi pembelajaran matematika terhadap pengguna E learning lainnya tanpa harus bertemu dan dapat juga bertanya kepada pendidik yang termasuk dalam instruktur pada E learning tersebut.
HapusE learning membantu meningkatkan mutu pendidikan. Pada dasarnya E learning menjadikan proses pembelajaran ke arah student center. Mengapa student center? Jawabanya adalah karena pada E learning pendidik dituntut untuk dapat membuat dan menyajikan materi pembelajaran yang baik dan menarik sehingga peserta didik dapat aktif dalam belajar. Peserta didik dituntut untuk aktif dalam belajar dalam proses belajar, peserta didik diberikan materi melalui E learning dan belajar sendiri baik belajar secara individu ataupun kelompok dan pendidik hanya menjadi fasilitator yang mendukung peserta didik tersebut. Pembelajaran menjadi efektif karena peserta didik belajar secara mandiri
menurut anda apakah pembelajran e-learning sudah efektif digunakan saat ini?
BalasHapusBelum, karena masih terbatasny internet, ataupun perangkat komputer yang digunakan, sehingga tidak bisa memenuhi sepenuhnya
Hapusmenurut anda bagaimana cara mengoptimalkan proses pembelajaran secara e-learning dalam pembelajaran kimia?
BalasHapusKesiapan Untuk Memanfaatkan E-Learning
HapusKesiapan Infanstruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Dengan semakin luasnya ketersediaan infrastruktur atau jaringan internet, maka yang dapat mengakses internet tidak lagi terbatas terbatas hanya pada masyarakat di kota-kota besar saja tetapi sudah menjangkau masyarakat di tingkat kacematan (sekalipun belum menjangkau seluruh kecamatan). Oleh karena itu, bukanlah sesuatu yang dirasakan sulit dewasa ini oleh masyarakat di wilayah kabupaten/kota untuk mengakses internet. Ketersediaan fasilitas jaringan internet yang semakin luas cakupannya ini telah menggugah berbagai lembaga pendidikan atau pelatihan untuk memanfaatkan fasilitas akses internet untuk kepentingan peserta didiknya. Dengan semakin luasnya ketersediaan fasilitas jaringan internet dan meningkatnya jumlah tempat yang menyediakan jasa mengakses internet (warung internet, kios intyernet atau internet cafe), maka akan semakin memudahkan peserta didik untuk mengoptimalkan pemanfaatan waktu belajarnya mengakses internet.
Bagaimana Kesiapan Pemanfaatan E-learning di Sekolah?
Tidak dapat dipungkiri bahwa pertama-tama memang sekolah-sekolah(mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah) yang berada di kota-kota besar yang berprakasa untuk memulai kegiatan pemnafaatan komputer. Prakarsa ini tampak dari upaya yang dilakukan oleh pimpinan sekolah untuk melengkapi sekolah dengan perangkat atau fasilitas komputer (lab komputer).
Dengan tersedianya fasilitas lab komputer, LAN, dan koneksi internet, maka para peserta didik tidak lagi hanya belajar tentang bagaimana mengoperasikan komputer. Perangkat komputer dan fasilitas jaringan internet serta LAN yang telah dimiliki sekolah ini lebih ditingkatkan lagi fungsinya, yaitu antara lain sebagai wahana untuk (1) menyajikan materi pelajaran dan tugas0tugas yang dapat diakses peserta didik kapan saja, (2) berkomunikasi, baik antara peserta didik dengan guru maupun antarasesama peserta didik, dan (3) mendiskusinkan berbagai topik materi pelajaran dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi peserta didik untuk memahaminya. Dipihak lain pengetahuan dan kemampuan para gurur juga ditingkatkan sehingga mereka menjadi lebih kompeten untuk membelajarkan para peserta didiknya untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan yang berkembang.
Sekalipu perkembangan funsi e-learning dalam kegiatan pembelajaran yang diterpkan di berbagai sekolah pada umumnya masih terbatas sebagi pelengkap, namun diharapkan pada tahapan berikutnya akan ada sekolah yang memasang sebagian besar kegiatan pembelajarannya diselenggarakan melalui media elektronik. Manakala telah ada upaya perintisan sekolah yang sebagian besar kegiatan pembelajarannya dilaksanakan melalui pemenafaatan media elektronik (off-line dan on-line), maka upaya ini akann membuka peluang bagi para pesrta didik yang akrena satu dan lain hal tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah konvensional tatap muka. Keberadaan sekolah yang demikian ini juga akan sangat bermanfaat nagi mereka yang didik melalui pendidikan keluarga (home schooling). Inisatif perintisan sekolah maya (virtual school) kemungkinan memang masih belum kondusif tetapi setidak-tidaknya telah mulai diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Peluang Pemanfaatan E-Learning di Sekolah
Beberapa sekolah dimulai dari Sekolah Dasar(SD) sampai dengan Sekolah Menengah Tingkat Atas(SMA) di kota-kota besar memperlihatkan respon yang positif terhadap pemanfaatan e-learning, respon yang positif ini tampak dari upaya sekolah yang telah melengkapi sekolahnya dengan fasilitas komputer (lab komputer) dan fasilitas LAN. Pengadaan fasilitas yang demikian ini pada umumnya disertai dengan dengan penyiapan tenaga yang akan mengelola dan membelajarkan para peserta didiknya di bidang pengetahuan dan keterampilan komputer.
Berikan contoh dari Distance learning!
BalasHapusDistance Learning atau pembelajaran jarak jauh, adalah bidang pendidikan yang berfokus pada pedagogi, teknologi, dan desain sistem instruksional yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada para siswa yang tidak secara fisik "di situs" di kelas tradisional atau kampus. Ini telah digambarkan sebagai "suatu proses untuk membuat dan menyediakan akses untuk belajar ketika sumber informasi dan peserta didik dipisahkan oleh waktu dan jarak, atau keduanya". Dengan kata lain, pembelajaran jarak jauh adalah proses menciptakan pendidikan pengalaman kualitas yang sama bagi pelajar terbaik sesuai dengan kebutuhan mereka di luar kelas. program pendidikan Jarak Jauh yang memerlukan kehadiran fisik di tempat karena alasan apapun (termasuk mengambil ujian) dianggap kursus hibrida atau dicampur studi. Teknologi baru ini menjadi banyak digunakan di universitas-universitas dan lembaga di seluruh dunia. Dengan tren baru-baru ini kemajuan teknologi, pembelajaran jarak jauh menjadi lebih diakui untuk potensialnya dalam memberikan perhatian individual dan komunikasi dengan siswa internasional. Kutipan teori pedagogis dari pendidikan jarak jauh adalah "jarak transaksional".
Hapussedikit menambahkan
BalasHapusE-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
Komponen yang membentuk e-Learning adalah:
1. Infrastruktur e-Learning: Infrastruktur e-Learning dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.
2. Sistem dan Aplikasi e-Learning: Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management System (LMS). LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah dan universitas kita.
3. Konten e-Learning: Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun. Depdiknas cukup aktif bergerak dengan membuat banyak kompetisi pembuatan multimedia pembelajaran. Pustekkom juga mengembangkan edukasi.net yang mem-free-kan multimedia pembelajaran untuk SMP, SMA dan SMK. Juga mari kita beri applaus ke pak Gatot (Biro PKLN) yang mulai memberikan insentif dan beasiswa untuk mahasiswa yang mengambil konsentrasi ke Game Technology yang arahnya untuk pendidikan. Ini langkah menarik untuk mempersiapkan perkembangan e-Learning dari sisi konten
sedikit menambahkan,
BalasHapusMedia pembelajaran berbasis learning management system menjadi salah satu solusi yang bisa dipakai dalam proses pembelajaran. Beberapa alasan menggunakan media pembelajaran ini adalah(a) terjadi peningkatan efektivitas pembelajaran dan prestasiakademik siswa, (b) menambah kenyamanan, (c) menarik lebih banyak perhatian siswa kepada materi yang disampaikan dalam pembelajaran, (d) dapat diterapkan dengan berbagai tingkat dan model pembelajaran, dan (e) dapat menambah waktu pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi dunia maya (Kim, 2007:5; Kose, 2010:2796).Media pembelajaran berbasis LMS sangat berguna dalam menyediakan lingkungan/suasana belajar yang lengkap bagi siswa, karena penuh dengan penyediaan dokumen yang terkait modul dalam format elektronik, kesempatan untuk saling belajar bersama-sama,dan kesempatan untuk menyerahkan semua penilaian sumatif secara elektronik. Alasan lain yang mendukung perspektif tersebut adalah bahwa setiap siswa memiliki akses ke semua konten pembelajaran, memiliki fleksibilitas waktu dan momen yang paling cocok untuk kebutuhan siswa dalam belajar, dapat belajar dengan kemampuan kecepatan belajar masing-masing, dan berpartisipasi dalam kesempatan belajar yang interaktif (Alberst et al, 2007:55-56; Kose, 2010:2796).
bagaimanakah kriteria elearning yang baik sebagai media pembelajaran?
BalasHapusKriteria e-learning tersebut adalah sebagai berikut:
HapusE-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi, dan membagi materi ajar atau informasi
Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet standar
Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran dibalik paradigma pembelajaran tradisional
Apakah seluruh materi kimia dapat dijelaskan pada e-learning?
BalasHapusapakah elearning baik bagi proses pembelajaran siswa?
BalasHapusSedikit menambahkan
BalasHapusManfaat E-Learning
E-learning mempermudah interaksi antara siswa dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara siswa dengan guru maupun antara sesama siswa. Siswa dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri siswa. Guru dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus
dikerjakan oleh siswa di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para siswa. Menurut Siahaan (2002) sebagaimana dikutip oleh Ahlis (2007: 24-26) manfaat e-learning dapat dilihat dari dua sudut, yaitu:
1 Sudut Siswa
Dengan kegiatan e-learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitasbelajar yang tinggi, artinya siswa dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang kali. Siswa juga dapat berkomunikasi dengan guru setiap saat, dengan kondisi yang demikian ini siswa dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
2 Sudut Guru
Beberapa manfaat yang diperoleh guru, instruktur antara lain adalah bahwa guru, instruktur dapat :
(1) Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi.
(2) Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak.
(3) Mengontrol kegiatan belajar siswa. Bahkan guru atau instruktur juga dapat mengetahui kapan siswanya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang.
(4) Mengecek apakah siswa telah mengerjakan soal-soal.
(5) Latihan setelah mempelajari topik tertentu, dan memeriksa jawaban siswa dan memberitahukan hasilnya kepada siswa. Seiring perkembangan teknologi internet, metode e-learning mulai dikembangkan. MOODLE adalah sebuah nama untuk sebuah program aplikasi yang dapat mengubah sebuah media pembelajaran kedalam bentuk web. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk masuk kedalam “ruang kelas” digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan MOODLE, kita dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain. MOODLE itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment (Prakoso, 2005: 13).
The casino? Casino games, tips & tricks - DrmCD
BalasHapus› casino › casino 천안 출장샵 Nov 22, 2018 — 강원도 출장샵 Nov 22, 2018 A little more than an hour after hitting a jackpot 서산 출장샵 in a 대전광역 출장마사지 video 영주 출장마사지 slot, the player at the casino announces that all prizes are yours!