Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

PERTEMUAN 6

Gambar
Persentasi Multimedia Pembelajaran Kimia Hasil Pengembangan Pada Persentasi Multimedia Pembelajaran Kimia hasil pengembangan ini kami melakukan percobaan sederhana yaitu simulasi gunung berapi. Alat dan bahan yang kami gunakan sangat sederhana yaitu pasir, asam cuka, deterjen, pewarna makanan dan soda kue. Percobaan ini menjelaskan tentang reaksi antara soda kue, deterjen dan asam cuka. Untuk lebih jelasnya akan di jelaskan pada video yang sudah kami upload pada laman Youtube. sSelengkapnya bisa dilihat pada link : https://m.youtube.com/watch?v=dIQUJofQNyo

PERTEMUAN KE 5

PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA        E-Learning merupakan sebuah media pembelajaran online yang sekarang ini sudah banyak digunakan oleh orang banya, disekolah-sekolah media ini sudah mulai diterapkan untuk mempermudah proses pembelajaran. Jarak dan waktu pun tak menjadi halangan untuk pembelajaran karena sudah ada media online ini.  E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber: Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27).  Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).         Pengertian  e-learning  berbeda dengan pembelajaran secara online ( on...

TUGAS TERSTRUKTUR

1. Menurut cognitive theory of multimedia learning bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan dalam merancang suatu multimedia pembelajaran. Jelaskan ketiga asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing-masing media yang relevan untuk pembelajaran kimia. Jawab : Teori kognitif merupakan salah satu teori yang paling mendasari penggunaanya dalam proses pembelajaran dari pada teori Behavioristik dan Konstruktifistik. Teori kognitif lebih mementingkan proses belajarnya atau proses menuju pemahaman mengenai sesuatu hal. Berbeda jauh dengan teori Behavioristik yang lebih mementingkan hasilnya. Para pakar teori kognitif seperti Piaget, Bruner, dan Ausubel memberikan makna tersendiri tentang teori kognitif. Menurut Piaget kegiatan belajar terjadi seturut  dengan pola tahap-tahap perkembangan  tertentu dan umur seseorang, serta melalu proses asimilasi, akomodasi dan equilibrasi. tiga asumsi yang mendasari teori kogitif tentang multimedia learning, yakni: dual-ch...

PERTEMUAN KE 4

TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERABANTUAN MEDIA Informasi bisa didapatkan dimana saja, melalui medai cetak, media elektronik dan lainnya. Setelah kita mendapatkan informasi pasti kita akan memprosesnya agar bisa bermanfaat untuk diri kita sendiri. Dengan memproses informasi yang telah didapat akan bisa membantu kita mencerna dan mengerti maksud dari informasi tersebut. Teori pembelajaran pemrosesan informasi adalah bagian dari teori belajar sibernetik. Secara sederhana pengertian belajar menurut teori belajar sibernetik adalah pengolahan informasi. Dalam teori ini, seperti psikologi kognitif, bagi sibernetik mengkaji proses belajar  penting dari hasil belajar, namun yang lebih penting  dari kajian proses belajar itu sendiri adalah sistem informasi, sistem informasi inilah yang pada akhirnya akan menentukan proses belajar. Pemrosesan informasi itu sendiri secara  sederhana dapat diartikan suatu proses yang terjadi pada peserta didik untuk mengolah informasi, memonitorny...

PERTEMUAN KE 3

PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003: 5). Prinsip-prinsip dasar media pembelajaran merujuk pada pertimbangan seorang guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar.    Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda i...